lame sungguh bawakbekal.wordpress menyepi…

sedari pulang dari jepun hinggalah kini…tiada satu `bekal` pun yang disediakan ….

kesian jiwa yang tiada bekalan…

meruntun mencari jalan pulang

mencari jalan mengejar mardhotillah….

p.s afwan, lame menghilang kerana ditimbuni kerja `sihir`

moga diberi kekuatan utk kembali mencurahkan idea `bawakbekal` disini

p.s 2 : semalam membaca buku syeikh Az zindani… alhmdulillah ALlah membuka kembali mata hati ku…

Advertisements

“Bahawasanya aku tidak dihantar ke dunia ini tanpa sebarang tujuan; bahkan Allah telah menciptakan aku untuk melaksanakan suatu tugas; matlamat
hidupku ialah untuk melakukan amal-amal yang diredai Allah dan bukan untuk menyukakan diriku atau saudaramaraku. Aku tidak akan biarkan begitu sahaja
sehingga aku telah menyerahkan keterangan yang lengkap tentang bagaimana dan sejauh mana aku telah habiskan tenaga dan masaku.”

………..

Umat Islam pada hari ini hanya tinggal Islam pada nama sahaja dan mereka telah menyeleweng jauh dari Islam sebenar.

“Seseorang Islam itu sudah cukup untuk dikatakan menyeleweng apabila dia meninggalkan jihad di jalan Allah, cenderung pada keduniaan, mencitai dunia melebihi akhirat, bencikan mati, mengikuti hawa nafsu, tunduk kepada syahwat, tenggelam dalam maksiat sehingga mereka dihina oleh Allah dengan kegagalan yang paling besar kepada mereka dan menjadikan pimpinan mereka pada tangan golongan yang menyeleweng dan merosakkan mereka” (Ustaz al Sawwaf)

Wahai orang orang budiman dan soleh!
Wahai ahli zuhud dan ahli ibadat!
Dihadapanmu terbentang habaya qanun Rabbani yang menggerunkan sekiranya kamu terus membisu seribu bahasa
Janganlah kamu di perdayakan oleh zuhud dan solatmu
Perkatakan kebenaran, halanglah kemungkaran yang sedang berlaku,
Jika tidak.. .tunggulah saat kebinasaan dan kemusnahan..

-SAR- Munthalaq

why we muslim always take all the `bad` from this civilisation?
why we muslim had only yet one teching hospitals but Seven Day Adventist in this country had 3 teaching hospital?
why ? i challenge all physician here…….

Kaum feminis bilang susah jadi wanita (baca: muslimah), lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya..
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk”MEMERDEKAKAN WANITA”

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat teraman dan terbaik.Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawab -kan terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya,ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung-jawabterha dapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara
lelakinya

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita

Ingat firman-Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan buatan mereka (emansipasi Ala western)

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumNya / peraturanNya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda)
Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu..! !

Temubual BBC bersama bekas tentera udara rejim Zionis berkenaan pencerobohan mereka di Gaza

Tindakan ‘heroic’ Perdana Menteri Turki

[After a speech of Prime Minister Erdoðan of 15.58 minutes]

Shimon Peres: I have much respect to Mr. Prime Minister [pointing to
Erdoðan], but they must put things as they really are. Let me start with
democracy first of all. Who was elected by the Palestiniains? Not Hamas, but Mr. Abbas. Sixty-two percent of Palestinians voted for him. … Hamas participate in elections but have a very unique idea about democracy … You go through the elections, after the elections you can start to shoot, kill and threaten, finish. Democracy is not matter of elections [as he turns to Erdoðan]. It is a civilization …

…The cease-fire idea in our view is very strange [turning to Erdoðan]. We
never started fire. We told the Palestinians time and again [raising his
voice], ‘Don’t fire, there won’t be fire’ … They broke it … You know
what it means everyday hundreds of rockets falling at random. A million
people have had to take shelter.

Hamas leader Meshaal says,
“Israel reacted too strongly,” but what do you expect us to do. I do not
understand. What would any country do? What would you do [pointing his
finger at Erdoðan], if rockets fell on Istanbul every night? … Gaza is not
our enemy. People in Gaza are not our enemy. We are for restoring life in
Gaza, but without dictators.

[Ignatius warns Peres about time in 19th minute of his speech]

Our aim is peace not war.

[Peres’ whole speech lasts 21.02 minutes. Applause rises from the audience]

Ignatius: This has been a powerful and passionate debate. It is a debate
that can go on tonight for hours but we already passed our closing time…

Erdoðan: [In English] Excuse me.

Ignatius: Mr. Prime Minister [touching his shoulder] I would apologise to
Mr. Erdoðan…

Erdoðan: [In English] One minute … one minute [touching Ignatius’ arm] One
minute. No way out [in Turkish, applause rises from the audience]

Ignatius: Only a minute.

Erdoðan: Mr. Peres, you are older than I am. But the volume of your voice is
too high. And I know this is because of the guilt psychology. My voice will
not be that loud. Know this like that. When it is time to kill, you know how
to kill well. I know well how you kill children on beaches, how you shoot
them. I remember two former prime ministers in your country who said they
felt very happy when they were able to enter Palestine on tanks. And you
gave me numbers. I would give out a name too [referring to the prime
minister saying he/she felt happy when entering Palestine], if maybe some of
you are wondering. I also condemn those who applaud for this cruelty
[referring to the audience’s applause for Peres]. Because applauding those
people killing children is a crime against humanity, I believe. We cannot
ignore a truth here. I took many notes here…

[Ignatius touches Erdoðan’s shoulder to warn him to end his speech]

Erdoðan: But I do not have the opportunity to answer all these notes. I
would say two things.

Ignatius: Mr. Prime Minister we cannot start the debate again.

[Pushing each others’ arm]

Erdoðan: Do not interrupt me.

Ignatius: We really need to let people go to dinner.

Erdoðan: The Old Testament’s sixth amendment says ‘Thou shalt not kill.’
There is murder here. Gilad Atzmon says that Israeli barbarism is greater
than cruelty. He is a Jew. Besides this, Avi Shlaim, international relations
professor at Oxford University, who had served in Israeli army, says in The
Guardian…

Ignatius: I want to ask you…

Erdoðan: … that Israel has earned the name ‘bandit state.’

Ignatius: [interrupting Erdoðan’s speech] … Turn this over to our host …

Erdoðan: [to Ignatius] Thank you very much, thank you very much. Davos comes
to an end for me from now on. I will not come to Davos ever again. Know this
in that way. You do not let me speak. You allow [Peres] to speak for 25
minutes, me for 12 minutes. [Erdoðan stands, collects his things and walks
off stage]